Senin, 10 November 2014

Memberi itu Menyenangkan


Memberi itu menyehatkan.

Dr. Allan Kuts mengadakan penelitian yang melibatkan 3. 000 sukarelawan, mengambil kesimpulan,
"Memberi dan menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan endorfin dan meningkatkan kesehatan.”
Prof. David Mc clelland juga menambahkan,
"Melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain akan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir cenderung terserang penyakit."


Memberi dapat memperpanjang umur.

James Hous dalam risetnya menyimpulkan,
"Menolong orang lain secara sukarela meningkatkan kebugaran tubuh dan angka harapan hidup."

Rockefeller adalah orang kaya yang tidak bahagia dan sulit tidur. Dokter memvonis hidupnya tidak akan lama. Lalu Rockefeller memutuskan mengubah hidupnya untuk menolong kaum miskin.
Apa yang terjadi?
Kesehatannya membaik dan berlawanan dengan perkiraan dokter. Ia hidup sampai umur 98 tahun, sebagai ahli filantropi dan dermawan yang terkenal.

Seorang operator telepon di Prancis  bercerita, “Aku baru saja mengirim uang 525 francs untuk Komunitas Cinta Kasih  di India, dan menitipkan untuk para korban perang. Jumlah ini kurang lebih senilai dengan makan malamku selama sebulan. Kuputuskan untuk tidak makan malam selama sebulan, dan aku yakin akan baik-baik saja. Aku dalam kondisi yang sangat sehat, dan tidak makan malam selama sebulan tidak akan membunuhku.”

Memberi mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa.

Saat kita mengulurkan tangan untuk menolong sesama dan berbagi dengan kehidupan mereka maka kita akan merasakan kebahagiaan yang mendalam dan hidup jauh lebih berarti.
Setiap orang yang suka memberi tidak pernah kekurangan. Dia akan membaikkan orang lain, dirinya sendiri dan menyenangkan hati TUHAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar