Berikut ini
kisah dokter Brackett yang berbagi kasih dengan sesama.
Dokter
Brackett tinggal di sebuah kota kecil di Amerika. Orang mengenalnya sebagai
sahabat orang miskin, karena ia banyak menghabiskan waktunya untuk mengobati
dan merawat orang-orang miskin yang sakit. Ia juga tidak memungut biaya apa pun
dari mereka.
Karena
ia tinggal di lantai atas sebuah ruko, maka pada anak tangga paling bawah
menuju tempat tinggalnya terdapagt tulisan: “DR. BRACKETT–KANTOR DI LANTAI
ATAS”.
Pengabdian
yang besar terhadap orang-orang miskin dan kepada siapa pun di sekitarnya
menyebabkan dokter berbudi ini kehilangan kekasih yang akan dinikahinya.
Kekasihnya merasa bahwa sang dokter lebih banyak menghabiskan waktunya dengan
orang-orang sakit daripada dengannya.
Ketika
dokter ini meninggal dunia, acara penguburannya merupakan yang terbesar yang
pernah terjadi di kota itu. Untuk mengenang kebaikan hati sang dokter, penduduk
kota mendiskusikan rencana untuk mendirikan monumen bagi dokter yang telah
tiada tersebut.
Dalam
perjalanan pulang seusai pertemuan diskusi, sepasang suami istri berkebangsaan
Meksiko yang telah dibantu secara khusus oleh dokter tersebut, menanggalkan
papan pada anak tangga menuju tempat tinggal dokter itu.
Pada
hari berikutnya mereka memancangkan papan berisi tulisan: “DR. BRACKETT –
KANTOR DI LANTAI ATAS” itu di atas makam sang dokter.
Berikut
ini cerita dari Jepang kuno, yang menggambarkan betapa besarnya kasih sayang
seorang Ibu.
Konon pada jaman dahulu, di Jepang
ada semacam kebiasaan untuk membuang orang yang sudah berusia lanjut ke hutan. Mereka yang sudah
lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.
Alkisah ada seorang anak yang membawa orangtuanya
(seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan
tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini
menyusuri hutan Selama dalam perjalanan,
si ibu mematahkan ranting-ranting kecil dan menaburkannya disepanjang jalan
yang mereka lalui tanpa diketahui sang anak.
Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan sang
ibu dan mengucapkan kata-kata perpisahan sambil menahan sedih, karena
sebenarnya hati kecilnya tidak tega untuk melakukan perbuatan itu.
Justru si ibu yang tampak tegar dan ikhlas, dan dengan tersenyum dia berkata “Anakku, Ibu
sangat menyayangimu. Dari kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan penuh kasih sayang. Bahkan sampai hari ini rasa sayang itu tidak berkurang
sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita
lewati dengan ranting-ranting kayu. Ibu
takut kau tersesat, ikutilah tanda itu sebagai petunjuk
jalan agar kau selamat sampai
dirumah.”Mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya erat-erat dan kembali menggendongnya untuk dibawa pulang ke rumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat ibunya dengan baik dan penuh kasih sayang sampai sang ibu menghembus napas terakhir.
Ini adalah kisah lain, kisah nyata pengorbanan
seorang Ibu selama Gempa di Jepang. Setelah gempa
telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita
muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah.
Akan tetapi, wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berposisi seperti melindungi sesuatu; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.
Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim
penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai
tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun,
tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tersebut
pasti telah meninggal.
Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi.
Pemimpin tim dan seluruh anggota tim lalu meninggalkan rumah ini dan akan mencari gedung yang runtuh berikutnya. Namun karena alasan tertentu, pemimpin tim terdorong untuk kembali ke rumah hancur dari wanita tadi.
Pemimpin tim ini lalu berlutut lagi dan menggunakan
kepalanya melalui celah-celah sempit untuk mencari sedikit ruang di bawah mayat
wanita tersebut. Tiba-tiba, ia berteriak dengan gembira, “Anak kecil! Ada anak kecil !”
Lalu seluruh tim bekerja bersama-sama, dengan hati-hati mereka menyingkirkan tumpukan benda hancur di sekitar wanita yang sudah meninggal. Ada seorang anak kecil berusia 3 bulan terbungkus selimut bunga-bunga di bawah mayat ibunya. Jelas, wanita itu telah membuat pengorbanan untuk menyelamatkan anaknya. Ketika rumahnya jatuh, ia menggunakan tubuhnya untuk membuat penutup untuk melindungi anaknya. Anak itu masih tidur pulas ketika pemimpin tim mengangkatnya.
Para dokter datang cepat untuk mengevakuasi anak kecil itu. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar.
Dikatakan, “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu
harus ingat bahwa aku mengasihimu. Ponsel ini berkeliling dari satu tangan
ke tangan yang lain pada tim itu. Setiap tubuh yang membaca pesan tersebut
menangis. “Jika kamu dapat bertahan hidup, kamu harus ingat bahwa aku mengasihimu.” Itu artinya kasih ibu untuk anaknya!
Inilah kasih
sejati, Kasih Tanpa Syarat.
Berikut ini kisah lain tentang kasih.
Brownie dan Spotty adalah 2 anjing bertetangga yang
setiap hari bermain bersama. Suatu malam majikan Brownie merasa heran karena
Brownie tidak pulang ke rumah. Satu minggu pun berlalu. Spotty selalu
mengelilingi rumah Brownie sambil menggonggong dan mengeluarkan suara aneh
seolah-olah sengaja menarik perhatian keluarga majikan Brownie. Namun,
keluarga tersebut tidak peduli dengan tingkah laku Spotty. Sampai akhirnya
mereka merasa curiga dan kemudian mulai peduli dengan tingkah Spotty dan mereka
mengikuti Spotty ke suatu tempat di sebuah ladang kosong. Akhirnya mereka
menemukan Brownie di sebuah pagar yang ditutupi pohon dengan satu kaki
belakangnya yang terjepit perangkap baja. Di sekeliling anjing yang
terperangkap itu ditemukan sisa-sisa makanan. Makanan tersebut sama persis
dengan makanan yang diberikan kepada Spotty dalam minggu ini. Rupanya Spotty
dengan dengan setia selama satu minggu mengunjungi sahabatnya yang terperangkap
dan membawa makanan untuknya. Ia mempertahankan hidup sahabatnya yang
terperangkap meskipun harus mengorbankan kenyamanannya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar